30 Hal Tentang Kondisi Industri Musik Sekarang

Oke, langsung aja, saya menulis tulisan ini karena saya liat belakangan ini kondisi industri musik sedang ‘berat’, atau mungkin lebih tepatnya industri musik sedang ‘berubah’.

Adanya internet membuat pembajakan hampir mustahil diberantas, kalaupun pemerintah Indonesia bisa memberantas pembajakan CD dan perdagangannya, rasanya itu impactnya tidak akan terlalu besar lagi, orang tetap bisa mengkopi lagu, menguploadnya di Internet dan lalu orang lain mendownloadnya.

Music-industry-revenues-ddcrowmusic

Sudahlah membahas pembajakan tidak akan ada habisnya, dan hanya menghabiskan waktu saja. Yang perlu kita pikirkan adalah solusi-solusi, apa saja yang bisa kita lakukan untuk sukses atau minimal survive dalam kondisi musik yang sekarang ini.

Disini saya punya beberapa pemikiran yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan, pemikiran-pemikiran tersebut merupakan hasil dari mengamati situasi, browsing di sana sini, bicara dan mendapatkan masukan dari teman teman musisi, dan memperhatikan apa yang dilakukan teman teman musisi lain yang tetap bisa sukses dalam kondisi sekarang.

Tulisan ini hanya sharing dari apa yang saya tahu saja, teman-teman yang sudah lama bergerak di musik atau industri musik mungkin sudah memikirkan hal-hal ini jauh lebih dulu daripada saya. Gapapa, saya tetap share, semoga berguna, terutama buat pendatang baru yang mungkin belum memiliki gambaran tentang kondisi musik sekarang dan apa yang harus mereka lakukan. Buat teman-teman yang merasa tulisan ini bisa bermanfaat buat teman-teman musisi lainya, silakan kalau mau dishare.

Oke, kita mulai saja.

1. Major label jaman sekarang sulit jualan fisik (CD, kaset), jadi lupakan impian seperti bikin demo lalu dimasukkan ke label dengan harapan diterima, diedarkan dalam bentuk fisik lalu mendapatkan uang royalti dari keuntungan penjualan fisik.

2. Major label sekarang biasanya sekalian merangkap manajemen artis, mereka mendapatkan pemasukan dari memotong pemasukan si artis untuk semua kegiatan komersial yang dilakukan si artis, potongan ini untuk biaya manajemen, biaya produksi, promosi dll, besarnya berapa persen diatur dalam kontrak. Jadi label/manajemen sekarang lebih suka memegang artis yang memang sudah besar, sudah punya nama, dan pasti laku dijual untuk manggung alias sudah matang banyak fansnya.

3. Label sekarang kurang tertarik untuk membesarkan artis/baru, sulitnya berjualan fisik CD/Kaset membuat pemasukan mereka makin menurun, jumlah modal perusahaannya pun makin menurun, Akan terlalu beresiko buat mereka untuk berinvestasi membesarkan artis/band baru, karena itu perlu modal untuk produksi, promosi dll, yang mana belum bisa dipastikan apakan mereka akan balik modal.

music-industry

4. Label sekarang juga banyak yang sudah beralih fungsi menjadi distributor saja atau tempat titip edar saja, sudah jarang ada label yang mau mengontrak lalu membiayai artis baru untuk keperluan produksi, promosi dll. Keadaan ini kurang menguntungkan untuk band/artis baru yang punya mimpi akan dikontrak dan dibesarkan oleh label.

5. Kenapa label berubah begitu? Karena label ya sama seperti bisnis lainnya, ada modal,  ada pekerjaan, ingin ada keuntungan, menghindari kerugian.

6. Pada saatnya nanti, semua label akan mati, beberapa masih bisa bertahan dengan cara beradaptasi. Namun Itu pun tidak akan jadi jaminan.

5. Walaupun begitu, musik Indonesia tetap berkembang, terlihat dari tetap banyak band baru dan karya-karya baru,  melalui cara indie yang mulai terlihat mempunyai pasar sendiri. Jadi sebenarnya musik Indonesia tetap terus berkembang, hanya industri musiknya yang pelan-pelan mati.

6. TV tidak lagi menjadi media promosi yang paling ampuh, orang tidak bisa lagi dijejali dengan blow up promosi di TV, YouTube menjadi penggantinya, orang bisa memilih ingin menonton atau mendengarkan musik yang memang ingin mereka dengar. Bahkan sekarang sudah banyak musisi Indonesia yang bisa jadi besar, banyak jobnya, walaupun tidak pernah nongol di TV.

7. Orang juga sudah tidak sesering dulu mendengarkan Radio. Pendengar radio mungkin hanya sebagian kecil dari penikmat musik yang ada di daerah di luar perkotaan, kalau di kota orang biasanya mendengarkan radio sebagai hiburan saat di mobil saja.

8. Internet dan social media lebih efektif untuk media promosi,  lebih murah dan jangkauannya lebih luas. Mayoritas orang sudah tau internet atau memiliki smartphone.

9. Orang yang masih mendengarkan musik dari CD player maupun kaset jumlahnya makin sedikit, kebanyakan sekarang orang mendengarkan musik dari handphone, mp3 player, komputer dll.

10. Penikmat musik sekarang punya pilihan musik yang hampir tak terbatas dari internet. Mereka bisa mendownload apa saja yang mereka suka. Dan melupakan sisanya yang menurut mereka kurang menarik.

11. Untuk band/artis, berkarya di jaman sekarang, lebih penting untuk menjadi unik dan menarik dari pada sekedar menjadi bagus. Musik yang bagus tapi biasa saja tidak akan bertahan lama. Karya memang harus selalu sebagus mungkin, tapi faktor unik dan menarik sekarang lebih menjadi faktor penentu kesuksesan suatu karya.

12. Band yang ingin maju haruslah jelas identitasnya, baik secara musikal maupun lirik dan misinya. Karakternya seperti apa, dan apa yang membuat band tersebut berbeda dengan band lainnya.

13. Kalau jaman dulu, musik adalah suatu produk seni yang untuk menjualnya harus dipromosikan dan dimarketingin. Sekarang terbalik, musik adalah alat promosi dan alat marketing untuk mempropagandakan misi dan faham band yang tertulis dalam liriknya.

14. Band yang identitasnya jelas akan mendapatkan fans, yaitu penikmat musik yang sefaham dengan band tersebut. Banyak sedikitnya akan tergantung kepada kecocokan fans dengan band, dan seberapa dalam band itu bisa mendoktrin fansnya. Fans yang terdoktrin berat  cenderung akan mensupport dan menularkan kesukaannya pada suatu band ke teman-temannya.

15. Faham yang dianut suatu band juga harus jelas terlihat, apakah itu tentang cinta, perang, sosial, pemberontakan, peace, komedi, santai dll. Sehingga pendengar bisa mendapatkan gambaran yang jelas band ini misinya apa,. Dari situ pendengar bisa memutuskan apakah dia suka trus ngefans atau dia tinggalkan. Jangan mencoba untuk menyenangkan hati semua pendengar dengan harapan membuat semua orang menjadi fans, itu tidak akan berhasil. Jadilah jujur seperti apa saja yang kamu mau, perjelas identitas musik saja, kalau kamu dapat fans, maka mereka itu adalah fans yang memang benar-benar cocok dengan identitas anda, ke depannya mereka potensial menjadi true fans dan die hard fans.

dd-crow-music-my-identity16. Peran lirik menjadi makin penting, lirik harus lebih dalam dan terasa real. Contoh misal lirik tentang cinta, lirik basa basi semacam ‘aku cinta padamu, aku percaya padamu’ akan kurang kena, lirik cenderung harus terasa real, storytelling atau deskriptif. Orang lebih gampang mengingat lirik yang bisa mereka mengerti ceritanya, puitis boleh, rumit boleh tapi harus jelas bisa dimengerti dan ga ngambang artinya, jangan klise.

17. Band harus punya hubungan persahabatan yang bagus dengan fansnya, tidak lagi berposisi band/artis sebagai idola di atas dan fans dibawah, band harus menjalin hubungan sejajar dengan fans. Band yang dirasa fans ‘tinggi’  atau sombong akan ditinggalkan fansnya.

18. Fans yang benar-benar ‘true fans’ cenderung akan membawa fans baru lain. Jagalah selalu hubungan baik dengan fans agar jumlah fans selalu bertambah. Adanya social media seperti Facebook Twitter dll sangat membantu disini.

19. Fans yang dipelihara dengan baik, terkumpul lama-lama akan menjadi komunitas fans.

20. Band yang sudah mempunyai komunitas fans yang solid bisa menjual karya-karyanya ke komunitas itu secara indie. Komunitas adalah tempat ideal band memasarkan merchandise, bahkan di komunitas-komunitas indie,  fans masih mau untuk membeli CD original untuk menunjukkan apresiasi kepada band favoritnya.

21. Band yang basis komunitasnya sudah besar dan solid biasanya sudah bisa memetik hasil dari bisnis karya-karyanya yang dibeli komunitas fans, pemasukan itu bisa digunakan untuk berproduksi, promosi, dan keperluan lainnya untuk membuat band makin besar lagi.

22. Label jaman sekarang cenderung mencari band yang komunitas fansnya sudah besar dan solid untuk masuk ke dalam manajemen mereka.

23. Band yang basis komunitasnya sudah besar dan solid, secara teori sebenarnya sudah tidak memerlukan sebuah label, untuk manajemen, lebih baik menyewa manajer lepas yang bisa mereka atur dan tidak mengikat. Jadi untuk band Indie yang komunitasnya sudah kuat, lebih baik stay indie karena lebih bebas melangkah, dan semua keuntungan dari pemasukan akan masuk ke band. Di luar negeri bahkan banyak artis besar yang tadinya bekerjasama dengan major label akhirnya memilih jalur indie, karena mungkin mereka sudah merasakan kurangnya manfaat berkerjasama dengan major label.

24. Ada baiknya musisi mempelajari peluang lain yang ada selain main band, seperti menjadi produser musik, penulis lagu/lirik, bisnis studio rekaman, menjadi guru musik, menjadi komposer musik iklan dll,  dll. Karena sebenarnya banyak peluang lain di dunia musik selain dari ngeband. Banyak teman-teman musik saya yang yang sekarang bergerak ke arah sana sambil tetap ngeband.

25. Belajar dari Marilyn Manson, untuk urusan popularitas jaman sekarang, akan sangat baik kalau band bisa disukai masyarakat, kalau tidak bisa jadi yang disukai, jadi yang dibenci juga oke. Jadi artis yang dibenci, secara popularitas masih jauh lebih baik daripada artis biasa yang dicuekin.

26. Bermainlah musik untuk bersenang senang dan memuaskan panggilan hati, jangan hanya karena uang atau ingin terkenal, kalau cuma ingin terkenal ga usah capek-capek main musik, jaman sekarang banyak orang bisa terkenal hanya dengan modal social media.

27. Berkarya jangan hanya satu dua lagu atau sealbum, bercita-citalah untuk 30 album. Kalau memang memungkinkan juallah dan promosikan lagu karya kamu secara digital seperti di iTunes. Selain untuk berjualan juga memperluas kemungkinan musik itu bisa didengar dan dibeli dibelahan dunia manapun.

28. Jangan lupa, kalau bikin videoklip usahakan sekreatif mungkin, jangan hanya bagus saja tapi juga harus unik biar orang inget terus. Di Jaman YouTube sekarang, video yang unik dan gila yang lebih menarik untuk ditonton. Lebih gila lebih baik (hahaha).

29. Kata kunci yang terpenting adalah tetap berkarya sebagus mungkin dan kerjasama.

30. Selalu maksimalkan Internet, social media, smartphone, Google untuk sarana komunikasi dan promosi band dan karya, juga untuk menjaga hubungan baik dengan fans. Saat ini internet lebih berguna dan lebih baik daripada TV.

Tengkyu sudah membaca sejauh ini. Silakan kalo ada yang mau nambahin.

Summary
30 Hal Tentang Kondisi Industri Musik Sekarang
Article Name
30 Hal Tentang Kondisi Industri Musik Sekarang
Description
Tulisan tentang kondisi industri musik di Indonesia saat ini dan bagaimana cara agar musisi bisa memanfaatkannya
Author

23 Replies to “30 Hal Tentang Kondisi Industri Musik Sekarang”

  1. Well-said, Mas DD.
    (Btw, saya dulu punya kaset album kompilasi Gitar Klinik-nya. Cihuy skaliii. 😀 )
    The Rain mengalami sebagian besar hal ditulis oleh Mas DD.
    Sudah beberapa tahun ini The Rain menjadi band indie, setelah 5 album dirilis bersama major label.
    Keinginan tulus untuk terus berkarya semakin diuji di kondisi industri musik sekarang ini. Kondisi yang sebenernya baik, karena bener2 menantang otak kanan kita untuk bekerja lebih kreatif lagi. 😀
    Salut buat banyak musisi lama/baru yang terus bikin karya-karya sekeren mungkin dan memperkuat identitas masing-masing, tanpa mikirin laku atau nggak. Kalo nggak laku, setidaknya tetep keren. Daripada udah nggak keren, nggak laku lagi.Hihi.
    Kata ‘keren’ sendiri sangat subjektif ya. Untuk itu musisi sekarang juga semakin ditantang untuk memiliki ‘kuping produser’. Lebih bisa berbesar hari mengakui kalau sebuah karya yang dia tulis ternyata kurang cihuy, dan tidak menyerah untuk terus berkarya.

    (Hanya pendapat sederhana dari seorang musisi yang juga menikmati berbagai karya dari berbagai genre.)

    Terima kasih untuk tulisannya Mas.
    Jabat erat.
    – @Indra_Prasta

  2. Slm music indonesia,terimakasih atas masukkannya yg sangat bermamfaat,smoga menjadi amanah dan semangat kami kedepannya sukses trus music indie mantap,

  3. Tentu ada penurunan karena era digital dan streaming. Segmen rilisan fisik tetap ada. Hanya saja lebih mengerucut kepada koleksi item. Cd menjadi sesiatu yang lebih eksklusif. Disisi lain kelompok pedagang musik independen justru lebih bergairah karena memegang sudut pandang musik tak hanya dinikmati tapi juga dikoleksi. Karena mau gak mau musik sekarang sudah bergerak cenderung ke arah collectible item. Bener hubungan antara penggemar dan band yang kuat adalah kuncinya. Dan saya rasa radio masih efektif untuk promosi, barusan kemarin Powerslave di Warta Musik Indonesia RRI pro 3 jakarta yang pasti sangat efektif siarannya relay seluruh nusantara …. Oke sukses buat ROXX kapan main di semarang di kawasan kota lama…seperti kemarin Powerslave di kawasan kota lama kantor pos besar semarang. Viewnya asikkk.

  4. Wah terimakasih sudah memberi ilmu mas, walaupun saya hanya sebagai penikmat musik jepang yaitu JKT48. Ternyata penjualan CD fisik yg gitu gitu aja ternyata kurang menjual ya di Indonesia, walaupun penjualan album ke 2 berhasil mencapai double platinum di kuartal kedua tahun 2017, namun jika tidak diiringin dengan popularitas di internet ntah youtube maupun sosmed rasanya agak kurang ya sehingga fans malah gak bertambah.

    Terimakasih 🙂

  5. Bener sekali mas Dd. Saya dulu juga anak major label. Bisa hidup dari musik justru pas nekat bikin indie label sendiri. Tulisan yg sgt menginspirasi. Ayo, update terus blog nya mas DD. Salam sukses 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*